WEB.EXVANLITH.NET | BLOG.EXVANLITH.NET | REFTER.EXVANLITH.NET | WIKI.EXVANLITH.NET

Wina-5

Dari Wiki Exvanlith

Langsung ke: navigasi, cari
Wina-5
Wina-5, adalah exvanlith angkatan 5 dari kelas 1,2 C dan AmazOne, yang saat ini sudah memiliki satu anak perempuan dan satu anak laki-laki dari pernikahannya. Sewaktu di SMA Pangudi Luhur Van Lith sering dipanggil dengan nama Milky karena kulitnya yang putih seperti susu sapi. Kebiasaan uniknya adalah mengembangkempiskan cuping hidung sehingga menjadi benar-benar mirip dengan sapi, dan teman-temannya pun semakin yakin bahwa nama panggilan milky memang tepat disandangnya, juga jika dilihat dari postur fisik tubuhnya.


Masa Lalu Di Van Lith

Sejak OSPEK SMA Pangudi Luhur Van Lith, banyak kakak kelas yang jatuh cinta padanya, tetapi pada waktu itu Wina-5 memilih bermain aman dan mengabaikan cinta kakak-kakak kelasnya itu. Popularitasnya di kelas tidak diragukan lagi karena suaranya yang khas Batak terkadang membuat suasana sunyi berubah sekejap sehingga teman-teman sekelasnya sangat segan padanya. Di kelas, bersama Herma-5, ia juga menjadi anak kesayangan seorang guru pendamping yang mengajar PPKN dan Tata Negara.

Selain popularitasnya dalam suara, cubitannya juga sangat terkenal karena bekasnya tidak akan hilang selama sebulan. Oleh karena itu, beberapa teman berusaha untuk menyalurkan kebiasaan negatifnya pada suatu minat yang lebih positif yaitu menunjuknya sebagai dirigen ketika upacara bendera. Sejak itulah, muncul talenta-talenta yang tidak terlihat sebelumnya dalam bidang musik. Setelah menjadi dirigen, ia ternyata memiliki bakat alami untuk bermain gitar. Bakat alaminya tersebut mulai berkembang dan bergabunglah Wina-5 dengan Vicky-5, Yetty-5, Rere-5, Ana-5, dan Santi-5 dalam PEARL BAND, yaitu sebuah band angkatan 5 yang fenomenal pada waktu itu karena personelnya adalah wanita semua.


Perjalanan Karir

Selepas SMA, Wina-5 masuk di sebuah universitas swasta terkenal di Yogyakarta. Kegagalannya untuk bergabung dalam sebuah band populer di kampus membuatnya sedikit kehilangan orientasi sehingga ia memutuskan untuk mengikuti marching band di kampus tersebut. Setidaknya ada kata band disana. Penyaluran yang tepat membuahkan hasil berupa prestasinya yang gemilang di marching band tersebut. Setelah lulus kuliah, obsesinya untuk menikah dengan seorang polisi terpenuhi, dan sejak itu ia melanjutkan karirnya bermain band di rumah tercinta-nya bersama suami dan anak-anaknya. Saat ini, ia sudah menjadi ibu rumah tangga modern, yang tak lepas dari blackberry sebagai alat komunikasi untuk curhat dan berbagi gosip 2.0 dengan para ibu-ibu lainnya di facebook.