SMA Pangudi Luhur Van Lith
Dari Wiki Exvanlith
SMA Pangudi Luhur Van Lith, sebuah SMA yang berdiri tahun 1991 di sebuah kota kecil yang terletak di kaki Gunung Merapi, Muntilan. Sekolah ini mewajibkan seluruh siswanya untuk tinggal di asrama. Sistem pendidikan dan kurikulum sekolah ini cukup berbeda dibandingkan sekolah biasanya, terbukti dengan adanya kegiatan-kegiatan yang jarang ada di SMA lainnya, seperti Katekese, Wawasan Kebangsaan, Sidang Akademi, Live in, Home stay, dan masih banyak lagi lainnya. Semua kegiatan itu mempunyai tujuan yang mengarah pada visi dan misi SMA ini.
Sejarah Singkat
Kampus SMA Pangudi Luhur Van Lith yang sekarang ini, sebelumnya pernah digunakan untuk mendidik calon guru SD dengan sistem asrama yang didirikan oleh Pastor Fransiskus Gregorius Yosephus Van Lith, SJ (Romo Van Lith). pada tahun 1904. Sekolah Guru tersebut berupa RC Kweekschool dan Normaalschool.
Pada tahun 1952 sekolah tersebut diserahkan kepada Kongregasi Bruder FIC, yang dalam perkembangannya menjadi SGB, SMP, dan kemudian SGA Xaverius. Pada tahun 1966 SGA Xaverius berganti nama menjadi SPG Van Lith.
Pada tahun 1991 Pemerintah menutup semua SPG di seluruh Indonesia dan SPG Van Lith beralih fungsi menjadi SMA Pangudi Luhur Van Lith Berasrama dengan status Disamakan berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah No. 488/C/Kep/I/92 tanggal 31 Desember 1992.
Semboyan Memardi Kartika Bangsa
- Arti kata :
Memardi berasal dari kata "mardi" atau "merdi" (bahasa Jawa), "memardi" artinya 'membiasakan, mengajar, melatih supaya dan berusaha supaya'.
Kartika berarti bintang. Dalam bahasa sastra kata ini dipakai untuk menggambarkan cita-cita yang tinggi, harapan di masa depan, terang atau pelita dalam kegelapan, pedoman arah, tetap, keteguhan prinsip, berat, berbobot (jawa=mentes).
Bangsa berarti hidup bersama. Dalam lingkup kecil hidup bersama adalah keluarga, asrama. Dalam lingkup lebih luas, hidup bersama adalah hidup bermasyarakat (RT,RW,Kampung,Desa), lingkungan kerja, pergaulan sehari-hari. Dalam lingkup yang lebih luas lagi, hidup bersama bararti hidup bernegara.
- Makna:
Para penyelenggara SMA Pangudi Luhur Van Lith dengan seluruh kemampuan yang ada berusaha mengajar, melatih, membiasakan agar para peserta didik menempatkan diri menjadi "Kartika Bangsa" yang berarti sebagai berikut :
Mampu memiliki dan meraih cita-cita yang setinggi mungkin menurut kemampuan. Harapan bangsa yang mampu tampil di masa depan, menjadi : Manusia yang berkualitas, berbobot, baik dalam bidang keterampilan, ilmu, mental/kepribadian/moral, rohani. Manusia yang memiliki ketetapan hati dan teguh dalam prinsip -prinsip yang benar, dengan demikian mampu menjadi : Pedoman arah, terang dan pelita bagi sesama/masyarakat yang ada dalam kegelapan. Para peserta didik dituntut untuk 'berusaha' melatih dan membiasakan diri supaya 'mereka dapat semakin mendekati cita-cita menjadi kartika bangsa' itu menurut bakat dan kemampuan yang dimilikinya serta menurut lingkup yang dapat dicapainya. Penyelenggara hanyalah bisa menghantar. Para peserta didiklah yang harus melangkah dan berlari mengejar.
